Solusi HP Android Mati total

Halo selamat datang di blog WillyBootloop! Kangen sekali rasa nya menulis tutorial di blog ini hehe. Iya karena memang saya sangat sibuk sekali dengan urusan di luar sana. Setelah lama ga buka blog ini dan Masya Allah rame sekali komentar nya dan mohon maaf apa bila ada yang belum sempat saya balas mungkin nanti akan saya sempatkan untuk membalas nya.



Kembali ke topik utama...

Bagaimana cara mengatasi HP Android yang Mati Total alias MATOT? Saya akan jelaskan secara rinci dari mulai indikasi, gejala, dan juga solusi nya berdasarkan pengalaman dan pengetahuan versi saya sendiri, untuk itu silahkan di baca dan di fahami pelan pelan ya sob. Oh iya jangan lupa sediakan kopi juga agar tidak gagal fokus hehe..

Okeh, sebenar nya HP mati total itu ada beberapa faktor yang memungkinkan hp itu menjadi matot alias mati total. Saya disini membagi menjadi dua faktor yaitu faktor Software dan Hardware karena keduanya memiliki hubungan yang sangat erat sekali maka dari itu HP tidak akan bisa berjalan tanpa Software (Sebut saja OS) begitu pula sebalik nya. Lalu bagai mana cara mencari tau apakah kerusakan nya terjadi pada software atau hardware? 


A. Software

Pertama, hal yang akan kita bahas adalah di bagian Software atau Perangkat Lunak terlebih dahulu. Kenapa HP bisa terjadi matot di bagian ini? Sebelum menduga kerusakan terjadi pada hardware alangkah baik nya kita analisa terlebih dahulu di bagian software nya agar tidak terjadi Salah Eksekusi yang mengakibatkan kerusakan malah menjadi parah. Kan malah makin berabe urusan nya hehe. Untuk ciri ciri nya perhatikan di bawah:

Indikasi:

1. Mati bukan karena terjatuh/terkena benturan
2. Mati di sebabkan karena kegagalan Update/Custom ROM/ROOT
3. Mati di karenakan gagal flashing/ke senggol dikit waktu flash
4. Mati di karenakan kesalahan Firmware tidak cocok
5. Mati namun masih terdeteksi PC

Solusi:

Jika mendapati kasus dengan ciri ciri awal seperti di atas, maka dapat di pastikan untuk solusi dan cara penanganan nya adalah dengan cara melakukan flashing. Jangan lupa juga untuk memilih dan mengecek terlebih dahulu firmware yang akan kita gunakan sudah yakin cocok dengan target yang akan kita eksekusi.

Untuk sebagian type HP misal: xiaomi/smarftren yang TIDAK TERDETEKSI PC di wajibkan untuk melakukan TEST POINT terlebih dahulu agar bisa terdeteksi kembali di PC dan di lanjutkan dengan proses flashing. Jika proses flashing tidak membuahkan hasil, kemungkinan berpotensi ke hardware khusus nya IC EMMC.

B. Hardware

Kerusakan umum yang sering terjadi pada hardware adalah akibat Human error atau di sebabkan karena kesalahan pemakai itu sendiri. Misalnya terkena benturan keras, terkena air, atau bahkan pemakaian yang tidak wajar seperti main game sampe lupa waktu hehe. Namun tidak selalu kerusakan pada hardware akibat pemakai, ada juga yang memang ketahanan komponen nya sudah jelek alhasil short yang kemudian berbuntut mati total. 

Berikut ini indikasi dan solusi pada kerusakan Hardware.

Indikasi:

1. Mati total karena kehabisan batre/Batre rusak/tidak ada arus
2. Mati total karena terkena air
3. Mati total karena terjadi short 
4. Mati total karena kerusakan pada IC
5. Mati total karena Jalur putus/patah

Solusi:

1. Jika mati di karenakan kehabisan batre, solusi nya mudah sekali yaitu cobalah cek menggunakan PSU, jika nyala positif batre nya terlalu kosong sehingga di cas pun tidak mau nyala. Selanjut nya kita bisa cas batre dengan menggunakan desktop untuk memancing agar bisa di cas kembali. Solusi lain lakukan penggantian batre.
2. Jika mati total di karenakan kena air / berenang hal pertama yang bisa kita lakukan adalah membongkar nya kemudian jemur dari pagi sampe sore hehe. Lalu kita bisa bersihkan sisa air / jamur yang nempel di PCB dengan menggunakan sikat dan cairan tinner. Solusi ini berkali kali saya praktekan dan hasil nya done. Jika tidak membuahkan hasil, berarti ada kerusakan lain semisal short dan terpaksa menuju ke solusi berikut nya.
3. Jika mati total di karenakan short kita bisa mengecek nya terlebih dahulu dengan menggunakan PSU atau Multimeter. Jika sudah ketemu titik short nya bisa kita buang atau ganti bila perlu. Solusi lain lebih mudah bila kita mempunyai MBR untuk mendeteksi short nya.
4. Kerusakan pada IC bisa di tandai dengan ampere tidak naik/gantung ataupun panas yang berlebihan di sekitaran IC. Solusi nya cek satu persatu capasitor sekitaran IC yang kita curigai short lalu buang/ganti. Jika tidak membuahkan hasil, maka terpaksa harus melakukan penggantian IC. Khusus IC EMMC indikasi awal nya hampir mirip dengan kerusakan pada software, solusi nya ya harus ganti dengan IC EMMC baru.
5. Nah untuk yang ini, saya rasa hampir tidak bisa di lakukan oleh pemula (termasuk saya). Selain sulit, untuk menentukan jalur nya pun wajib melihat skema sesuai type hp yang akan kita eksekusi. Lagi pula kasus ini seperti nya jarang, namun beda lagi kalau sekedar jumper jumper doang. Saran saya (untuk pemula) jika  mendapati kasus seperti ini mendingan cancel tool daripada ribet wkwkwk.

LihatTutupKomentar